Entah terhitung
beberapa lama masa itu berlalu...
saat aku menghantarkan
hayatmu kerumah barumu...
saat itu fajar sunyi
seraya kerinduan berguming difikiran..
samar-samar bayang parasmu,
suaramu, amarahmu, berbelik di kepalaku...
bibir diam tak berdaya
mengucapkan kata..
hanya air mata yang
dapat berbicara.....
mungkin ayat keagungan
Tuhan..
pengganti kalimat
Kerinduan...
kuangkat kaki melangkah
mengunjungi kediamanmu...
terduduk aku, tertunduk
aku...
pelan cakapku terdengar
melantunkan doa...
terjatuhlah tetesan air
mata di telapak tangan...
fikiranku kembali
berkecamuk teringat akan..
lalaian telingaku
mengdengar cakapmu...
acuh tubuhku akan
perintahmu...
apun dosaku begitu banyak
Tuhan...
maaf terbesit dilisan
simbolik penyesalan....
mungkin iringan doa
terucap...
penghantar dirimu
kesyurga.....
kutegapkan kepala dan
badanku...
kujatuhkan tuangan air
kepusaran..
ku kecup nisan pertanda
kasih syangku...
mengucapkan salam demi
perpisahan....
kerinduan yang tak
kunjung hilang..
kusematkan didalam
kalbu...
agar engkau tetap hidup
dihatiku........
ayah.......
Komentar
Posting Komentar